
Ilustrasi.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengambil jenazah sandera terakhir yang masih berada di Gaza. Evakuasi ini menyelesaikan apa yang seharusnya menjadi fase pertama dari rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di daerah kantong tersebut.
Tes forensik mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah milik petugas polisi Israel, Ran Gvili, kata militer pada Senin (26/1/2026).
Jenazah Gvili sekarang akan dikembalikan untuk dimakamkan, menurut IDF.
Pembebasan sandera terakhir dimaksudkan untuk mengakhiri fase pertama rencana perdamaian Donald Trump, tetapi Yerusalem Barat telah menetapkan syarat-syarat lain.
Berdasarkan kerangka kerja awal Trump yang ditandatangani pada Oktober, pengembalian semua sandera, baik yang hidup maupun yang mati, seharusnya mengakhiri fase pertama kesepakatan tersebut. Namun, bahkan sebelum jenazah Gvili ditemukan, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa perjanjian tersebut beralih ke fase kedua, yang digambarkan sebagai fokus pada rekonstruksi dan demiliterisasi Gaza.